Kamis, 22 Oktober 2009

Mari Mendengar~

Saya baru menyadari bahwa selama ini postingan saya tidak keluar di blog saya sejak postingan kedua. Atau mungkin komputer saya yang bermasalah. Saya tidak tahu.

Sabtu ini, akan diadakan kuliah umum yang mendatangkan Pak Rolly, rektor kami sebagai pembicara, dan saya sungguh penasaran tentang kuliah umum tersebut. Saya tidak sabar untuk mengikutinya, walaupun sedikit malas karena dilaksanakan di hari sabtu, hari dimana saya biasanya bersantai di rumah.

Sekarang ini saya lagi bingung - bingungnya tentang SL saya. Mungkin awalnya saya terlalu santai dan menganggap remeh. Sekarang saya menjadi kewalahan sendiri memikirkan SL saya. Namun saya berniat lebih meniati SL ini. Semoga saya bisa semangat dan lebih baik dalam melakukan SL.

Dalam berkomunikasi, harus ada seorang pendengar. Jika tidak, bagaimana komunikasi itu terjadi?

Dalam mendengar, ada 5 tahap, yaitu, menerima, dimana kita menangkap dahulu apa yang disampaikan pada kita, mengerti, kita hrs menangkap dan mengerti mksd dr org tersebut, lalu mengingat pesan dr orang tersebut, mengevaluasi, lalu yang terakhir menyampaikan respon kita... Itu yang saya pelajari dari kuliah komal...^^


Kamis, 08 Oktober 2009

UTS

Saat ini saya sedang UTS, dan jujur, itu membuat saya lebih rileks karena lepas dari beban - beban tugas untuk sementara waktu, saya jadi ingin mengulas beberapa pelajaran yang saya pelajari. Dan mungkin ini akan berguna juga dalam pengerjaan UTS saya.^^


Disini saya melihat, bahwa tidak semua tentang diri saya, saya ketahui, mungkin saja, orang lain lebih mengetahuinya (Blind self), atau mungkin juga, tidak ada yang mengetahuinya (Unknown self) . Dan sebaliknya, kita pun sering menutupi sesuatu tentang kita dan orang lain menjadi tidak mengerti diri kita (Hidden self). 

Untuk itu, kita harus menggali diri kita lebih dalam lagi melalui kritik dan saran dari orang lain, dan memikirkan tentang diri kita sendiri "siapakah saya?"

Saya juga mulai berpikir tentang cara orang menangkap sesuatu dan kemudian menjadi sebuah persepsi setelah mengikuti pelajaran ini lebih jauh. Ternyata, cara seseorang menyampaikan akan mempengaruhi persepsi orang. Orang akan cenderung menangkap apa yang lebih dulu kita ucapkan daripada yang belakangan meskipun misalkan, yang kita sampaikan akan memiliki isi yang sama.

Saat ini, saya bersyukur sekali karna mendapatkan tempat SL yang baik dan langsung menerima permintaan kami dalam melakukan SL. Di mana orang yang mengelolanya begitu baik dan terbuka. Saya tidak sabar untuk memikirkan rencana terhadap sebuah Taman Baca yang masih memerlukan perbaikan tersebut.^^

Kamis, 24 September 2009

Posting 2^^

Salah satu yang menarik dari pelajaran komal ini adalah saat membahas tentang power distance, high contex, low contex dan feminine cultur, masculine culture.

Saya dulu sering berpikir,  kenapa orang bisa begitu berbeda dalam menghormati org lain dari cara berbicaranya. Misalnya, kenapa orang dengan budaya barat cenderung lebih tidak sopan dengan memanggil orang yang lebih tua pun dengan namanya. Ternyata, itu adalah salah satu perwujudan komunikasi juga. Orang yang low power, akan cenderung bersikap seperti itu.

Lalu, masalah apakah orang akan langsung mengungkapkan apa yag dipikirannya, atau hanya sedikit menyindir agar orang lain mengetahuinya sendiri. Tetapi saya akhirnya mengetahui bahwa hal tersebut dibedakan dalam high contex dan low contex. dimana orang yang low contex akan dengan mudah mengatakan apa yang ada dipikirannya.

Saya juga mempelajari bahwa masculine culture tidak hanya untuk kaum pria. tetapi itu adalah sebuah cara orang berpikir dan menyelesaikan masalah. Orang yang masculine adalah orang yang bekerja keras, penuh ambisius, kompetisi, dan mengarah pada kesuksesan. Sedangkan orang yang menganut Feminine culture, akan lebih mengarah ke perdamaian, keselarasan, ketenangan.

Saat ini pun saya bingung dengan tempat SL saya, karena pihak pengelola tidak memberi kabar tentang izin untuk melakukan SL. Padahal saya dan kelompok sangat bersemangat untuk melakukan SL di tempat tersebut karena kami merasa akan berguna. Saya berharap akan segera menemukan solusinya.

Senin, 31 Agustus 2009

Memusingkan

Sejujurnya, selama mengikuti pelajaran Komunikasi Interpersonal ini, saya merasa sangat pusing dan bingung, soalnya saya memang nggak bakat dan nggak minat untuk teori Komunikasi Interpersonal, terutama Chapter 1... Udah gitu, harus repot - repot cari tempat buat wadah kegiatan Service Learning... Mana cari tempatnya susah dan konfirmasi dari orangnya juga lama...

Tapi waktu memasuki Chapter 2, saya sudah mulai nyaman dan menyukai pelajaran ini... hahaha... Dan tanpa saya sadari saat berkomunikasi dengan orang lain, saya memikirkan dan memasuk - masukkan teori2 Komal ke dalam kepala saya, dan akibatnya, saya jadi lebih mengerti tentang berkomunikasi dengan seseorang, apa yang salah, mengapa kok kadang2 miskom, dsb...

Jadi, menurut saya, komunikasi dengan baik sangat dibutuhkan untuk menjalin relasi dan berinteraksi dengan sesama... Semoga untuk pelajaran Komal berikutnya dapat lebih menyenangkan dan membawa berkah... hahaha...